be_abe
Indonesia

Hello my name is Abe and this is my Journey! I use this awesome website to tell people my story. Through all the places and things I see around the world, there isn't a best way to share my experience! Follow my daily updates and discover with me the essence of traveling!

Booking and Reservation
Calender
February 2019
M T W T F S S
« Jan    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  
Categories
Instagram
  • Dari kecil diajarkan hemat yah nak.
Cukup beli kulkas saja sudah bisa di gunakan sebagai lampu tidur dan AC.
Cukup buka kulkas maka kamar akan terasa dingin dan lampu redup untuk tidur sudah siap.

Kalau kalian caranya berhemat listrik gimana?
Tulis di komen yah.

#Ayra3Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Anak bayi bobonya mesti deket ketek daddy.
Kalo di taro di kasur kebangun, trs daddy kudu piye?

Jadi buat bapak2 baru yg ngalamin hal kyak gini santai aja ga usah bingung.
Kalo anaknya udah tidur terlelap dan klo diletakin ke kasur kebangun, caranya adalah gendong lebih lama setelah anaknya terlihat tidur, ketika di taro ke kasur, sambil di goyang2 biar berasa masih di gendong.

#Ayra3Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Ssssstttt.... jangan berisik yah, Ayra mau bobo.
Kalian ngobrol jauh2 sana kalo mau berisik.
*wouii bayi 3 bulan bisa selfie*

#Ayra3Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • โ€œ Ajarkanlah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kudaโ€ (HR. Ahmad). Hashtag siabejalanmulu skrg pindah akun ke --> @siabejalanmulu yah guys
  • Ayra sekarang sudah berusia 3 bulan.
Makin gembil dan tembem, makin pinter banyak suaranya (makin kenceng juga nangisnya).
Banyak kosakata yang sudah dipelajari olehnya.
Dan sehat dan pintar yah Ayra Safaluna Akhmad.

#Ayra3Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Hai semuanya, mau kasih tau untuk akun Instagram gw yang baru bisa langsung di follow sesuai dengan hobby masing2.

Untuk teman2 yang suka dengan jalan2 bisa follow @siabejalanmulu yah.

Untuk teman2 yang suka dengan photography bisa follow @abephotografx yah.

Ditunggu semuanya.

#SiAbeJalanMulu
#AbePhotograFX
  • Ayra dirumah rewel, kalo diajak jalan2 anteng sampe bisa tidur di tengah keramaian.
Ok baiklah kita mirip banget ๐Ÿ˜‚

#Ayra2Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Happy Anniversary yang pertama dan seterusnya beb @rasi.dian semoga senantiasa kita selalu belajar akan semua hal agar lebih baik menjadi pasangan dan menjadi orang tua.
๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ #Ayra1Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Yeah 2 bulan Ayra Safaluna Akhmad.
Udah makin sering ketawa ketawa, kata2nya bertambah lagi, senyum2 manis yang bikin orang2 yg melihatnya melting.
Duh nak senyum kamu bahaya nih kyak senyum daddy.
๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Cinta, sehat2 terus dan tumbuh pintar yah kesayangan Daddy dan Cinto.
Jalan bulan ke-3 kira2 kamu belajar apalagi yah?

#Ayra2Month
#ThisIsAbeDianStory 
#AyraSafalunaAkhmad
#Newborn
#newbornbaby
#newborngirl
#babygirl #babygirlnames
#dadanddaughter #dadanddaughtergoals #dadandbaby #dadanddaughtertime #dadanddaughterlove #dadanddaughterday #dadanddaughterdate
#ayahasionweekend
#ayahasi
#catatanayahasi
#bikinnyaberdua
#ngurusnyajugaberdua
  • Di kolong langit
Kau adalah doa,
Aku orang buta.
Di sajak para Raja
Kau adalah permaisuri.
Dan aku, sang sufi pada ayunan sepi. -andra dobbing

#abephotografx 
#abephotografxlandscape

Follow Me!

Statistics
  • 5
  • 909
  • 6,277
  • 61,368
Dalam Negeri Travelling

Nyasar ke Banda Aceh – Sabang – Rubiah 9 – 13 Feb’16 (part 1)

By on 17 February 2016
Day 4 (9 Feb 2016)

Woiiii bangunnnn….!!!!
Waktu telah menunjukan jam 06.00AM dan disini mulai Subuh jam segitu, kamipun terbangun sekalian siap2 untuk boarding.
Jam 06.45AM kami sudah boarding dan siap menunggu lepas landas jam 07.55AM.
Yeahhh inilah trip utama kami yaitu ke Banda Aceh.
Horaayyyyy… Jantung berdebar-debar menanti trip ke Kilometer 0.
Sekilas terdengar seperti di SPBU yang mbaknya berkata ‘dimulai dari 0 yah’.
Karena perbedaan 1 jam waktu di Banda Aceh lebih lama dari Malaysia maka sampai di Banda Aceh sekitar jam 08.45AM.
Setelah sampai di Aceh kemudian kami di jemput oleh temannya Mak Fadlun untuk bertolak ke kota Banda Aceh.
Tak lama menanti datanglah teman Mak Fadlun yang bernama Bu Ika menjemput kami.
Di Banda Aceh kami muter-muter menggunakan LabiLabi (mirip angkot kalau di Jakarta)
Tempat pertama kami berkunjung dan berziarah adalah Makam Massal Siron Tsunami 26 Des 2004 silam, dimakam inilah sebanyak 46.718 korban jiwa di kebumikan.
Kesan pertama begitu menginjakkan kaki ke Kuburan Massal ini adalah merinding dan terasa banget kesedihan yang di alami oleh masyarakat Banda Aceh ini, sebisa mungkin tersenyum demi menahan air mata supaya tidak keluar. Ingin hati ini bertanya tapi mulut ini lebih baik terkunci, karena bisa jadi ketika bertanya malah membangkitkan kesedihan yang ย selama 11 tahun ini terkubur.
FYI: Makam disini tidak terdapat ukiran ataupun nama korban tsunami.
Setelah dari Makam Massal itu kami sarapan ke Jl.Hasan Saleh Neusu untuk mencicipi Nasi Guri dengan harga Rp.15.000

 

Setelah santap pagi perjalanan di lanjutkan unuk kerumah Bu Sika untuk mandi dan santap siang.
Di rumahnya Bu Sika kami mendengarkan kisah Tsunami 2004 silam dari orang tua Bu Ika.
Jam 01.00PM kami memulai perjalanan kami di Kota Banda Aceh ini.
Destinasi pertama adalah mampir ke Mesjid Baiturrahim yang merupakan salah satu mesjid yang masih berdiri kokoh setelah di terjang Tsunami tahun 2004 silam, dari Mesjid itu kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Uleelheue (baca: ulele). Pantai ini merupakan saksi hidup dimana air mulai menerjang kota Banda Aceh ini, dari pantai ini muncul ombak setinggi 30meter yang kemudian mengguyur kota di depan pantai ini sejauh 5Km dari bibir pantai.
dilanjutkan ke Mass Grave (Kuburan Massal) didepan Pantai tersebut. di Banda Aceh ini banyak terdapat kuburan massal karena total korban jiwa sebanyak 250,000 lebih (sad)
Selanjutnya kita ke Kapal Apung PLTD dimana kapal dengan bobot 2600 ton bisa terseret oleh dahsyatnya tsunami sejauh 5Km dari pinggir pantai, sungguh mustahil apabila kita pikirkan dengan logika, tapi tidak untuk Allah SWT yang bisa membuat kapal besar ini bergerak karena derasnya ombak.
Ketika waktu sudah mendekati sholat Ashar maka kita ke menuju ke Mesjid Raya Baiturrahman yang sanggup bertahan diterjang tsunami atas kuasaNya.
Sesampainya disini kita melihat bahwa Mesjid ini sedang renovasi untuk pembangunan 20 payung seperti Masjid Nabawi di Madinah, Subhanallah. Semoga ada kesempatan kembali ke sini lagi untuk melihat hasil renovasi ini. Amin

Setelah selesai Sholat kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Lampu’uk untuk menikmati sunset dan ikan bakar kakap merah.

Yummmyyyyy…. kami makan semuanya dengan total Rp.289.000
Beruntungnya 4 wanita di trip ini tidak suka makan banyak, jadi bisa gw bantuin habiskan ikan ini,sungguh mubazir kalau ikan bakar enak ini tidak di kasih ke kucing.

Sudah kenyang kami kembalilah ke rumah Bu Ika untuk istirahat, sesampainya dirumah ternyata ada saudaranya Bu Sika yang baru sampai karena kemarin tertahan di Pulau Sabang tidak bisa menyebrang efek dari ombak yang besar.

Kami pun berkenalan sehingga kami mendapatkan informasi dari perjalanan mereka.
Info dari mereka adalah:
– mereka 3 hari 2 malam disana.
– mereka sewa motor selama disana.
– mistisnya kuat.
– jalan disana kecil.
– banyak binatang lalu lalang di tengah jalan.
– hindari perjalanan malam.
– malam pertama di Iboih.
– malam kedua di Kota Sabang.
– ambil peta setelah sampai di Pelabuhan Balohan.
– pulangnya datang lebih awal ke locket di Pelabuhan Balohan untuk beli tiket kapal yang berangkat paling pagi guna menghindari kapal gagal berlayar dikarenakan ombak besar di sore hari.

Informasi dari mereka sangat berharga untuk kami dan mereka berpamitan untuk pulang sementara kami akan menuju tujuan utama malam ini yaitu Kapuk Island.

Oyasuminasai mina-san
ย 

Day 5 (10 Feb 2016)

Jam 05.00AM gw sudah bangun untuk bersiap siap beli tiket ke pelabuhan supaya tidak kehabisan oleh orang yang antri sementara yang lainnya akan menyusul.
Jam 06.00 gw pun berangkat ke Pelabuhan naik motor di antar oleh Pak Heri (Saudaranya Bu Sika).
Sesampainya di pelabuhan, locket tiket masih tertutup rapat dan hanya ada seseorang entah itu calo atau bukan, gw tidak peduli yang penting bisa dapat tiket untuk menyebrang ke Pulau Sabang.

Setelah mendapatkan tiket ternyata harganya Rp.27,000 (tiket Rp.25.000 + retribusi Rp.2.000) itu termasuk harga normal menurut gw, itu untuk biaya Kapal Ferry (lambat) yang akan menempuh 2 jam perjalanan sampai ke Pulau Sabang.
Apabila menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 45 menit dengan biaya Rp.80.000 maka tarohannya adalah ketika ombak besar maka penyebrangan di batalkan.
Gw mencari aman jadinya pilih Kapal Lambat saja supaya bisa melewati ombak besar.
Jam 07.30 kami naik ke kapal tersebut dengan kondisi cuaca gerimis.
08.00AM kapal mulai berlayar dan sepanjang perjalan menuju Pulau Sabang kami melihat kumpulan Lumba-Lumba yang loncat kesana kemari.
Jam 10.00AM kami sampai di Pelabuhan Balohan dan di jemput oleh Bang Asoi dengan mobil yang telah kami booking sejak 1 bulan lalu.
ย 
Tujuan pertama kami menuju ke landmark ‘I Love Sabang’,
meski gerimis tapi semangat kami untuk foto tidak berkurang sedikitpun. Senyum….cekrekk..
Tujuan ke-2 kami adalah ย Danau Aneuk Laot yang lokasinya menurut gw unik.
Kita bisa menikmati indah dan tenangnya danau disini, sesaat duduk terdiam di sini tiba tiba terbayangkan hal konyol yaitu di danau ini muncul binatang purba yang loncat seperti ikan lumba-lumba di seaworld. Kalau beneran seperti itu, hal pertama yang akan gw lakukan adalah menutup mulut yang terbuka lebar karena takjud, heran, takut dan terpesona.
Tidak mau membuang waktu lama, maka kami langsung lanjutkan ke tujuan berikutnya.
Tujuan ke-3 kami adalah Wisata Gunung Api Jaboi
Disini terdapat 4 kawah belerang yang masih aktif. Sebelum memasuki tempat ini diharuskan untuk membawa minum, masker, kompas dan jangan lupa melihat peta yang tergambar di depan pintu masuk tersebut apabila berniat untuk mengunjungi semua kawah tersebut.
50 langkah pertama kami di sambut dengan segerombolan babi hutan dewasa yang kabur karena kedatangan kami disini, kami lanjutkan langkah kaki kami hingga sampai di Kawah 1 yang berjarak hanya 3 menit dari pintu masuk.
Gw sarankan untuk berhati hati melihat pijakan karena kalian pasti tidak mau kan kaki kalian terkena panasnya belerang yang ada di antara bebatuan ini.
Kami lanjutkan perjalan menuju kawah 2 yang letaknya tidak jauh hanya sekitar 30 meter dari kawah 1 dan di batasi oleh tanjakan.
Gw berniat untuk melanjutkannya menuju ke kawah 3 tapi Mak Fadlun, Dewi, dan Fenty tidak ingin ikut karena terlalu lelah untuk berjalan lagi sedangkan gw, Waluyo, Esty dan Agung akan menuju kawah 3 bermodalkan air minum dan kompas.
Disinilah gw merasa mulai ada yang ‘iseng’ ditempat ini (ini ngetik sambil merinding), dimulai dari batang kayu kering yang berdiri seperti pocong, hingga bayangan hitam yang muncul berjalan didalam lebatnya hutan, tapi gw tetap berjalan seperti biasa dengan tidak bercerita apapun kepada 3 teman ini, karena gw yakin kalau mereka bertiga beruntung maka akan ada ceritanya setelah kami kumpul semua di mobil.
Sangat beruntung gw selalu membawa kompas yang membantu perjalanan ini, karena disini jalannya membingungkan antara melewati hutan dengan tanah lembab atau melewati batu batuan dengan belerang. Kalau di gunung kita masih bisa melihat jejak kaki di tanah dengan jalur yang telah di buat orang sebelumnya, tapi disini jalur itu tidak jelas sehingga terkadang kami harus menerabas ranting-ranting pohon yang terbentang. Hingga akhirnya kami sampai di Kawah 3.
Hanya 5 menit waktu yang kita pakai untuk istirahat dan kembali meneruskan perjalan kami menuju kawah 4. Sebenarnya apa sih yang ingin di lihat di kawah 4 itu sehingga menarik minat gw untuk sampai kesana, jawabannya adalah hot spring.
Di perjalanan menuju kawah 4 gw menemukan jalan buntu dan hanya menemukan kotoran binatang.
Gw tidak tahu itu binatang apa yang ada disini selain babi hutan besar yang kami jumpai di dekat pintu masuk, karena tidak mau mengambil resiko dengan peralatan dan logistik yang terbatas, maka gw putuskan untuk kembali ke mobil dan melupakan hot spring, karena keselamatan kami adalah yang nomor 1.
Di perjalanan kembali ke mobil tiba tiba feeling gw merasa kalau kami itu keluar dari jalur perjalanan berangkat tadi (merinding lagi), maka gw hentikan kaki ini dan melihat sekeliling daerah tersebut, tiba tiba gw melihat sosok bayangan hitam melintas sendiri di antara batu dan pohon, maka saat itu juga gw berniat mengejar bayangan tersebut yang gw yakin itu BUKAN manusia, dalam hati berkata mungkin ini petunjuk untuk mengikuti arah itu, tapi logika berbicara lain, maka gw putuskan untuk membuka kompas kembali dan ternyata benar saja itu jalur yang salah. WTF!!!!!
Tanpa berkata apapun kepada yang lain gw langsung mempercepat langkah dengan setengah berlari diantara batu-batu tersebut disusul oleh Esty yang mengikuti irama langkah kaki gwย (mungkin saat itu Esty mengetahui mengapa gw cepat cepat, karena sebelumnya kami pernah nanjak bareng ke Gunung Merapi), di belakangnya ada Agung dan Waluyo yang berjalan lebih santai sehingga gw dan Esty harus berhenti sejenak menunggu mereka. Sampai akhirnya kami kembali berkumpul di mobil. Fiuuhhh… perjalanan singkat yang sangat mendebarkan mengingat Pulau Sabang dulu adalah tempat pembantaian, jadi tidak heran kalau hawanya seperti ini.
Sampai di mobil kami berulah saling bertukar cerita tentang perjalanan singkat kami kepada yang lainnya.
Cerita gw: yah itulah yang sudah diceritakan tadi.
Cerita Esty: Di perjalanan tadi ketika ia berkata pada dirinya sendiri ‘hhmmm…ada jalan gak yah?‘ seketika ย di telinganya terdengar ada yang menjawab ‘tidak ada‘. Aiiiihhhhhh maatteeee………#@$%^&*((*&^%
Cerita Dewi: Karena mereka bertiga (Dewi, Fenty dan Mak Fadlun) tidak ikut ke kawah 3, maka mereka bertiga kembali ke mobil, dan di tengah perjalanan tiba tiba Dewi merasa ada yang mengikutinya dari belakang dan reflek bertanya kepada Mak Fadlun dan Fenty ‘ada yang ngikutin kita yah di belakang?‘ pas nengok di belakang ternyata tidak ada siapapun, ZONK!!!!!, dan nyatanya dari awal kami masuk hingga kami keluar, kami tidak menemukan siapun termasuk penjaga gerbang. Kalo kata anak gaul jaman sekarang tuhย BHAY TO THE MAX!!!!!Mendengar cerita kami itu, bang Asoi hanya tersenyum saja, dan dibalik senyumannya itu gw yakin dia pasti mengetahui tempat ini lebih jelas dari yang telah kami alami.
Bang Asoi berkata ‘kalau di pos ini ada penjaganya saya bisa nemenin kalian masuk kedalam’. Yah mungkin karena habis hujan jadinya penjaga pos masuk ini belum datang. Kalau kami masuk kedalam bersama Bang Asoi mungkin akan sampai ke Hot Spring yang menjadi tujuan kami.
Untuk kalian yang ingin berkunjung ketempat ini lebih baik jalan bareng guide local yah, itu akan lebih menjamin keselamatan kalian.

Tujuan ke 4 kami adalah Air Terjun Pria Laot.
Jalan menuju kesini lumayan sehat karena kami harus berjalan kaki kira-kira 20 menit dari lokasi mobil di parkirkan. Jalan disini cukup basah dan licin, jadi apabila tidak ingin sepatu basah, lebih baik menggunakan sendal dan gw sarankan untuk memakai sandal gunung, tidak di sarankan untuk menggunakan sendal hotel atau yang alasnya sejenis sendal hotel demi keselamatan.
Tujuan ke-5 kami adalah Pantai Gapang.
Di pantai ini di sediakan fasilitas untuk diving, dan di pantai ini pula kami baru sempat makan siang padahal saat itu sekitar jam 3 sore, sungguh makan siang yang terlambat tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Tujuan ke-6 kami adalah Kilometer 0
Disini kita bisa membuat sertifikat Kilometer 0 dengan membayar Rp.30,000 saja, lumayan untuk pajangan di tembok rumah, setelah puas berfoito dan kebetulan langit mulai gelap, akhirnya kami menuju ke penginapan melalui jalan yang SANGAT GELAPย karena tidak ada lampu jalanan dan sesuai apa yang di bilang oleh saudaranya Bu Ika yaitu ‘tidak disarankan keluar malam malam’ karena memang berbahaya selain binatang yang kadang berlalu lalang di jalanan ditambah oleh gelapnya jalanan disini. Sangat rekomendasi untuk menggunakan mobil dengan driver local.
Malam ini kami bermalam di Iboih dengan kamar AC, TV, dan balkon serta kamar mandi didalam ditambah dengan pemandangan di balkon yaitu Laut dan Pulau Rubiah.
Asikkk banget loh harga permalamnya Rp.350.000/room/night, kami sewa 2 kamar untuk pria dan wanita masing masing berkumpul di satu kamar sesuai dengan jenis kelaminnya.
Sungguh gw terbawa suasana sehingga membangkitkan gairah untuk menulis blog ini, maka malam itu gw putuskan untuk duduk di dermaga yang di terangi lampu, cahaya rembulan dan suara desiran ombak, akan lebih sempurna dengan secangkir kopi Aceh tapi sayangnya kopi itu tidak gw bawa.
ย 
krik…krik…krik…krik…
TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT